Pages

Induk pejantan untuk pembibitan ayam bangkok

Beberapa peternak ayam bangkok sering menggunakan mantan "pendekar" sebagai pemacek atau pejantan. Ayam jantan yang sudah berkali-kali mengalahkan lawanya, kebanyakan menjadi pembibit kalau sudah tua. Seorang peternak ayam bangkok yang profesional pasti ingat, berapa kali ayam tersebut bertarung. Seekor pejantan dianggap sebagi pembibit yang baik apabila telah memenangkan 3 atau 4 pertarungan. Sifat-sifat yang kelak diturunkan kepada anaknya antara lain, kecerdasan, ketahanan, kelincahan, stamina bertarung dan sebagainya.

Kendatipun demikian, pejantan yang akan digunakan sebagai pembibit sebaiknya berumur tiga tahun, jangan teralalu tua dan juga terlalu muda. Adapun ciri-ciri yangbaik pejantan yang akan digunakan sebagai pembibit adalah:
  1. Bulunya menunjukkan karakteristik ayam bangkok murni, yakni warna dasar hitam dan bulu hias wiring kuning, wiringggalih ataupun jragem. Dengan demikian, untuk mendapatkan keturunan dengan kemurnian induknya tetap terpelihara dengan baik. Bulu-bulu yang membentuk ekor panjang dan meruncing dibagian ujung. Apabila dilihat dari arah samping bentuk bulu ekor tersebut kelihatan sejajar dengan garis punggung.
  2. Permukaan bulu-bulu penutup tubuh mengkilap. Pejantan dengan bulu yang kusam tidak baik dijadikan pembibit, karena menunjukkan bahwa ia kurang suka berceker (mandi tanah) seperti kegemaran lainya.
  3. Kulit Berwarna kuning kemerah-merahan. Kulit ayam yang didominasi warna keputih-putihan atau kekuning-kuningan tanpa ada unsur merah, lebih banyak mengandung darah ayam kampung atau buras.
  4. Pejantan harus berbadan sehat. Bentuk badan agak bundar dan tinggi. Ciri-ciri semacam ini menandakan bahwa ia suka kawin, rajin mencari pakan dan pandai mengiring induk betina.
  5. Dalam posisi diam maupun berjalan, kaki selalu dalam keadaan tegak lurus. Ayam yang berjalan dengan kaki menekuk kedalam kurang baik digunakan untuk pembibit, sebab posisi demikian sangat menyulitkan untuk mengawini betinanya.
  6. Mata tampak jeli, tajam dan bersinar. Hal ini menandakan bahwa ia dalam kondisi yang sehat. Mata yang selalu muram, kurang waspada dan tidak bercahaya merupakan tanda bahwa ia sedang sakit.
  7. Kuku dan paruhnya pendek.
  8. Daerah anus dan sekitarnya kelihatan sedikit basah, lembut dan lebar. Pejantan yang memiliki anus sempit, apalagi dalam kondisi kering sekali, mempunyai gairah kawin yang rendah.
  9. Secara umum, induk tidak memiliki kelainan atau cacat tubuh yang lain. Bila perlu, pilihlah induk yang benar-benar sehat dan belum pernah terserang penyakit.
  10. Secar keseluruhan ayam tersebut mempunyai aktivitas gerak yang tinggi dan lincah, Untuk mengetahui hal ini peternak dapat mencoba memegangnya.
Satu hal yang hendaknya diingat ialah usahakan supaya pejantan yang digunakan sebagai pembibit itu mempunyai garis keturunan ayam bangkok murni. Seandaianya hal ini tidak memungkinkan, setidak-tidaknya berasal dari ayam bangkok keturunan, dengan catatan masih memiliki sifat-sifat ayam aduan yang baik

Pemeliharaan Ayam Bangkok Remaja

Ayam bangkok sesudah berumur dua bulan mulai memasuki masa remaja. Berhasil tidaknya pemeliharaan ayam remaja sangat tergantung dari cara peternak membesarkan anak ayam. Apabila dipelihara dengan baik, tentu pertumbuhanya akan berlangsung dengan cepat dan angka kematianya pun cukup kecil. Maka ketika memasuki remaja, maka pemeliharaanya menjadi lebih mudah. Namun, tidak semua peternak ayam bangkok memulai usahanya dari memelihara anak ayam. Sebab, bisa membeli dari peternak lain ayam yang sudah remaja.

Dengan cara seperti itu, ia tidak perlu memeliharanya sejak kecil, termasuk menyediakan kandang khusus dan alat pemanas. Keuntungan memelihara ayam remaja dengan cara membeli antara lain adalah lebih memudahkan pemeliharaan, mortalitas rendah dan pemilihan jenis kelamin jadi lebih mudah.

Pemeliharaan ayam remaja lebih mudah dilakukan dari pada ayam anakan, karena pada saat seperti itu pertumbuhan bulu dan pengaturan suhu tubuh sudah sempurna. Pengaruh luar terhadap suhu dingin tidak menjadi hambatan yang serius. Sebagai langakah awal pemeliharaan, peternak perlu menyiapkan kandang perawatan untuk ayam remaja, Kandang baru ini dapat berupa bren, battery, litter maupun postal. pemindahan ke kandang baru harus dilakukan dengan hati-hati, sebab perubahan lingkungan dapat menyebabkan ayam mengalami stress dan memerlukan waktu yang cukup lama untuk menyesuaikan diri. Oleh sebab itusangat dianjurkan kepada para peternak untuk memberikan obat anti stress kedalam air minumnya sebelum melakukan pemindahan.

Sewaktu melakukan pemindahan tersebut, peternak sekaligus dapat mengadakan seleksi terhadap bobot ayam-ayam tersebut. Ayam yang memiliki pertumbuhan badan cepat dimasukkan dalam kandang yang sama, sedangkan ayam yang agak lambat pertumbuhanya dimasukkan ke kandang lainya. Hal ini berguna untuk menghindari kompetisi dalam berebut makanan, sebab ayam yang kecil biasanya kalah bersaing dalam aktivitas termasuk mencari makan. Ayam yang kurang aktif cukup terbelakang harus disingkirkan sebab jika terus dipelihara akan sakit-sakitan dan akan menularkan penyakit ke ayam yang lain. Dengan adanya seleksi ini, peternak dapat ;ebih menhemat tenaga dan biaya.

Dalam pemeliharaan ayam remaja, kita tidak perlu memisahkan ayam jantan dan ayam betina nya. Umur dua bulan belum memungkkinkan ayam-ayam tersebut untuk kawin. Pemasukan ayam kedalam kandang hendaknya selalu diperhatikan antara jumlah yang dipelihara dan luas kandang. Pedoman mengenai kapasitas atau daya tampung kandang yang dianjurkan adalah sebagai berikut:
1. 15 ekor/m2 untuk ayam umur 2-3 bulan.
2. 5-10 ekor/m2 untuk ayam umur 3-5 bulan.
3. 3-5 ekor/m2 untuk umur 5-7 bulan.

Setelah memasuki umur 5 bulan, ayam dengan jenis kelamin berbeda sudah bisa dipisahkan guna menghindari kemungkinan ayam terlalu cepat mengalami dewasa kelamin. Perkawinan yang terlalu muda perlu dihindarkan karena keturunan yang di hasilkan mempunyai kualitas yang kurang baik. Oleh karena itu peternak perlu memisahkan ayam jantan dan betina dalam keandang tersendiri. Tempat pakan dan minum pada masa seperti ini sebaiknya di tempatkan diluar kandang dan dimasukkan jika hujan. Pakan yang diberikan sebaiknya dalam bentuk kering, supaya sisa-sisa pakan tidak menjamur dan menimbulkan bau yang kurang sedap. Pemberian pakan dilakukan dua kali dalam sehari, masing-masing pagi dan sore hari. Sedangkan air minum diberikan secara bebas tanpa penjatahan melalui pipa atau bambu yang dibelah dua.

ShoutMix chat widget